3 ELEMEN DASAR DALAM FOTOGRAFI

 

     Apa Itu Segitiga Exposure?


           The Exposure Triangle atau Segitiga Exposure adalah istilah yang menjelaskan tiga elemen dasar untuk exposure fotografi. Ketiga elemen tersebut adalah aperture, shutter speed dan ISO. Meski terkesan teknis banget, tetapi ini sangat mudah untuk dipahami. Ketiga elemen ini saling berkaitan satu sama lain dalam proses masuknya paparan cahaya/sinar ke dalam kamera, sebelum mencapai sensor gambar (proses ini disebut Exposure). Perubahan yang terjadi pada salah satu elemen exposure akan berdampak pada perubahan elemen lainnya, sehingga tidak bisa hanya mengatur satu elemen saja, namun perlu melibatkan elemen lain dalam membentuk exposure.

1. APERTURE

      


https://www.youtube.com/watch?v=nzKANwWtyK8&t=145s

Aperture adalah diafragma yang berupa lubang yang terdapat di dalam lensa, tempat cahaya masuk ke dalam bodi kamera (sensor). Semakin besar lubang aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera.

    Jika bukaan aperture sangat kecil, kedalaman area fokus akan besar atau luas, sedangkan jika bukaan aperture besar, kedalaman area focus akan kecil atau sempit. Dalam fotografi, aperture biasanya direpresentasikan dengan huruf “F” atau juga dikenal sebagai “rasio fokus”.

   Contoh f-number adalah: f / 1.4, f / 2.0, f / 2.8, f / 4.0, f / 5.6, f / 8.0.
   Setiap f-number mewakili “STOP” cahaya.

2. SHUTTER SPEED

https://youtu.be/hidPmCnoiOs?si=RsaUcO_O60RuFmp1

    Shutter speed merupakan kecepatan rana ketika menangkap gambar suatu objek. Ketika objek yang akan dipotret bergerak cepat, maka dibutuhkan shutter speed yang tinggi pula agar gambar tertangkap dengan baik dan tidak bias (blur).

   Shutter speed dilambangkan dengan simbol angka 1/25, 1/60, 1/100. Semakin tinggi angkanya, maka semakin cepat rana memotret objek. Namun perlu diingat, bila memotret dengan shutter speed tinggi dapat membuat gambar menjadi lebih gelap. 

Oleh sebab itu, ketika hendak memotret dengan shutter speed tinggi pastikan kondisi cahaya sekitar cukup terang. Bila kondisi cahaya remang namun membutuhkan shutter speed tinggi, maka set bukaan diafragma sebesar mungkin atau ISO yang cukup tinggi.

3. ISO 

https://youtu.be/cH8ohyjS69o?si=B7H-vK-3cJC_mpQ8

ISO berfungsi membuat gambar menjadi lebih terang. Setiap kamera memiliki rentang ISO yang berbeda-beda tergantung jenis dan spesifikasi kamera. Umumnya ISO tersedia dengan pilihan 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400 dan seterusnya. 

Jika Anda tengah membidik objek foto dalam kondisi remang, ISO dapat diatur ke angka yang lebih tinggi. Tetapi perlu diingat, ISO yang terlalu tinggi dapat menghasilkan gambar yang berbintik-bintik (noise). Untuk menghindari hal tersebut, imbangi pengaturan shutter speed dan aperture yang sesuai sehingga dapat menghasilkan foto yang cukup terang, tidak berbintik, dan tidak blur. Dibutuhkan kombinasi pengaturan yang baik antara ISO, shutter speed, dan aperture. 

Komentar